Berita

Apel Hari Pramuka ke-65, Dedie Rachim Ajak Pramuka Perkuat Keterampilan dan Inovasi

Published

on

Apel Besar Hari Pramuka ke-65 Tahun 2026 tingkat Kota Bogor di Lapangan Sempur, Selasa, 18 Agustus 2026. Dok. Diskominfo Kota Bogor

KlikBogor – Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menjadi pembina Apel Besar Hari Pramuka ke-65 Tahun 2026 tingkat Kota Bogor di Lapangan Sempur, Kecamatan Bogor Tengah pada Selasa, 18 Agustus 2026.

Dalam apel tersebut, Dedie Rachim menyerahkan SK Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kota Bogor tentang Penganugerahan Tanda Gerakan Pramuka, Gugus Depan Tergiat, Satgas Pelopor Peduli Lingkungan, serta sertifikat Akreditasi Gugus Depan.

Selain itu, Dedie Rachim juga mendampingi penyerahan bibit tanaman oleh pimpinan Satuan Karya Kalpataru Nasional. Pada momen ini juga dilakukan penyerahan bantuan kursi roda.

Dalam sambutannya, Dedie Rachim mengatakan atas nama Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor serta seluruh masyarakat menyampaikan duka cita mendalam atas musibah gempa bumi yang melanda Nusa Tenggara Timur dan Sumatera Utara.

“Duka masyarakat Nusa Tenggara Timur dan Sumatera Utara adalah duka kita bersama. Semoga para korban mendapat tempat terbaik di sisi-Nya, keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan, serta seluruh masyarakat terdampak diberikan kekuatan dan kemudahan dalam melewati masa sulit ini,” ucapnya.

Baca juga: HUT ke-81 RI, Ribuan Warga Ikuti Jamuan Rakyat di Istana Bogor

Dalam momentum ini, Dedie Rachim mengucapkan selamat Hari Pramuka ke-65 Tahun 2026. Selama 65 tahun, Gerakan Pramuka telah berperan penting dalam membentuk generasi yang berkarakter, disiplin, mandiri, bertanggung jawab, dan cinta Tanah Air.

“Nilai-nilai Tri Satya dan Dasa Darma harus terus menjadi landasan dalam menghadapi perubahan zaman sekaligus menyiapkan generasi menuju Indonesia Emas 2045,” katanya.

Hari Pramuka ke-65 dan Jambore Nasional XII Tahun 2026 mengusung tema “Berkreasi, Berinovasi, Terampil dan Mandiri untuk Mendukung Swasembada Pangan”. Tema ini menegaskan komitmen Gerakan Pramuka dalam mendukung ketahanan dan kemandirian nasional.

Swasembada pangan tidak hanya tentang produksi, tetapi juga membangun keterampilan, inovasi, kewirausahaan, pemanfaatan teknologi, dan kepedulian terhadap lingkungan.

“Karena itu, pendidikan kepramukaan harus terus berkembang, dari learning by doing menjadi learning, creating, and solving: belajar, mencipta, dan menyelesaikan persoalan nyata,” ujar Dedie Rachim.

Baca juga: Kontingen Pramuka Kota Bogor Menuju Jamnas XII, Libatkan 8 Anggota Berkebutuhan Khusus

Semangat tersebut telah diwujudkan Kwarcab Kota Bogor melalui berbagai kegiatan, seperti penanaman pohon dan sayuran, peternakan ayam, serta program Wanita Bertani.

Pengabdian kepada masyarakat juga dilakukan melalui donor darah, santunan, bantuan tempat ibadah, dan gotong royong memperbaiki musala.

“Inilah Pramuka yang kita harapkan, hadir di tengah masyarakat, peduli terhadap lingkungan, dan memberi manfaat nyata bagi sesama,” kata Dedie Rachim.

Ia menambahkan, Gerakan Pramuka harus semakin relevan dalam membekali generasi muda dengan karakter, keterampilan, kreativitas, dan kemampuan beradaptasi. Teknologi memberi kemampuan, sedangkan karakter memberi arah agar digunakan untuk kebaikan.

Dedie Rachim menyampaikan terima kasih kepada pemerintah, Majelis Pembimbing, TNI dan Polri, para pembina dan pelatih, orang tua, dunia usaha, media, organisasi kemasyarakatan, relawan, serta seluruh mitra yang terus mendukung Gerakan Pramuka.

(rls/hrs)

1 Comment

  1. Pingback: Hadiri Hari Pramuka ke-65, Zenal Abidin Tegaskan Dukungan DPRD Kota Bogor 

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Populer

Exit mobile version