Pemerintahan

6 Proyek Strategis Kota Bogor Optimis Rampung Sesuai Target 

Published

on

Kabag Adbang Setda Kota Bogor Lia Kania Dewi (kedua kiri) saat mengecek lapangan salah satu pembangunan di Kota Bogor.

KlikBogor – Pemerintah Kota Bogor melalui Bagian Administrasi Pembangunan (Adbang) pada Sekretariat Daerah (Setda) Kota Bogor optimis pembangunan yang masuk program strategis Kota Bogor akan selesai sesuai target yang ditentukan. Diketahui, ada enam dari 10 proyek strategis Kota Bogor yang dilaksanakan tahun 2024.

“Untuk proyek strategis Kota Bogor, Gedung Puskesmas Kayu manis sampai tadi 24 Oktober 2024 sudah 76,5 persen atau progres positif 0,35 persen. Sekolah satu atap di SD Duta Pakuan, Kecamatan Bogor Timur dan SD Cimahpar, Kecamatan Bogor Utara deviasinya juga positif,” ungkap Kabag Adbang Setda Kota Bogor Lia Kania Dewi dikutip Minggu, 27 Oktober 2024.

Lia melanjutkan, pembangunan Lapangan Genteng, trotoar Jalan Cifor, Kecamatan Bogor Barat yang sedang berjalan dan pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) di Jalan Tb M Falak, Kecamatan Bogor Barat. Kemudian on progres dan masih sesuai track pembangunan Lapangan Genteng, Kecamatan Bogor Selatan.

“Ya, optimis semua bisa selesai on target, sesuai hasil peninjauan lapangan. Seluruhnya positif tidak ada deviasi negatif, dilihat dari kurvanya juga laporan konsultan pengawas ke PPK (pejabat pembuat komitmen),” paparnya.

Lia juga menjelaskan bahwa evaluasi terus dilakukan, terutama pembangunan sekolah satu atap setiap bulan evaluasi dan juga melibatkan Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Bogor.

“Alhamdulillah hasilnya positif, kami kawal secara bersama. Apabila terjadi hal yang istilahnya terkendala akan dicari solusi bersama. Sejauh ini kami secara keseluruhan dalam koridor positif,” ujarnya.

Adapun untuk Bantuan Provinsi (Banprov) Jawa Barat mendapatkan monitoring dari tim biro Investasi dan Administrasi Pembangunan (Adbang) Jawa Barat langsung ke lapangan. Saat ini Banprov Rp39 miliar atau turun dibandingkan tahun lalu. Karena tahun lalu ada Jalan Otista.

“Untuk Rp23 miliar bantuan BPJS, selebihnya bersifat fisik di antaranya. Bersifat fisik Edu Agrowisata dan Nursery menjadi wisata pertanian. Kemarin untuk progres di angka 33 persen tapi positif deviasinya, kemudian revitalisasi RPH (rumah potong hewan) Rp900 juta dengan pengerjaan menambah relling pembersihan setelah penyembelihan dan ruang untuk sebelum disembelih. Paling besar Rp5 miliar itu nursery itu,” paparnya.

“Kami juga kawal lebih intensif kegiatan yang berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAK) seperti revitalisasi SD, kemudian SMP dan sanitasi membangun septic tank komunal. Kami setiap hari terjun ke lapangan bersama dinas atau tersendiri. Sejauh ini tidak ada kendala, progres keseluruhan progres fisik non fisik sudah 70 persen serapan anggaran. Optimis sampai akhir atau tanggal 25 Desember 2024 semua kegiatan yang strategis, dari Banprov atau DAK akan selesai seluruhnya,” tegas Lia.

Lia berharap dengan melihat progres pembangunan yang baik ini tidak ada kegiatan yang lintas tahun anggaran, seperti tahun sebelumnya.

“Kami tingkat nasional penyerapan keempat terbaik. Ini hal yang baik, apalagi semua kegiatan selesai tepat waktu,” imbuh Lia menandaskan.

(hrs)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Populer

Exit mobile version