Berita
449 Warga Terdampak Bencana, Bupati Rudy Susmanto Pastikan Penanganan Terpadu-Cepat
KlikBogor – Bupati Bogor, Rudy Susmanto, bergerak cepat dalam melalukan penanganan pascabencana banjir dan longsor yang melanda wilayah Kabupaten Bogor pada Sabtu, 5 Juli 2025 kemarin.
Penanganan tersebut mulai dari evakuasi, penyediaan logistik hingga pemantauan update terkini bencana selama 24 jam melalui command center 112.
Diketahui, cuaca ekstrem berupa hujan dengan intensitas tinggi dan angin kencang yang terjadi pada sore hari itu memicu berbagai kejadian bencana alam hidrometeorologi, seperti tanah longsor, banjir, angin kencang, pergerakan tanah, hingga insiden orang tersesat.
Mendapat laporan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengerahkan tim gabungan untuk melakukan evakuasi warga terdampak, pendataan kerusakan, serta pendistribusian logistik darurat.
Rudy Susmanto menegaskan bahwa keselamatan warga menjadi prioritas utama dalam setiap langkah penanganan darurat yang dilakukan, baik pada tahap tanggap darurat maupun pemulihan pascabencana.
“Proses penanganan pascabencana harus cepat, logistik dan bantuan untuk warga terdampak disalurkan,” ujar Rudy dikutip Senin, 7 Juli 2025.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, tercatat bencana terjadi di 48 titik wilayah Kabupaten Bogor yang tersebar di 35 desa atau kelurahan dan 18 kecamatan.
Kejadian yang paling dominan adalah tanah longsor di 32 lokasi, banjir 9 lokasi, angin kencang 3 lokasi, pergerakan tanah 2 lokasi, dan 1 lokasi pencarian orang yang dilaporkan tersesat. Selain itu, 2 rumah dilaporkan ambruk.
Jumlah warga yang terdampak mencapai 108 kepala keluarga atau 449 jiwa, dengan 5 kepala keluarga atau 24 jiwa di antaranya harus mengungsi sementara.
Dalam kejadian ini, 3 orang dilaporkan meninggal dunia, 1 orang mengalami luka ringan, dan 1 orang lainnya masih dalam pencarian.
Tak hanya menyelamatkan warga, Pemkab Bogor juga memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak segera terpenuhi, seperti di Kecamatan Cisarua dan Megamendung, yakni berupa bantuan logistik yang telah disalurkan mencakup bahan pangan seperti beras, makanan siap saji, sarden, kornet, biskuit, abon, serta perlengkapan darurat seperti selimut, sarung, popok anak, kasur, dan terpal.
Sejumlah infrastruktur mengalami kerusakan, termasuk 7 rumah rusak ringan, 13 rumah rusak sedang, 4 rumah rusak berat, dan 1 jembatan penghubung antar RW yang rusak akibat banjir.
Pemkab Bogor juga tengah menginventarisasi kerusakan lainnya untuk mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi.
Rudy menyatakan bahwa semua perangkat daerah telah diminta siaga penuh untuk memastikan respons cepat, penanganan efektif, dan pemulihan yang berkelanjutan.
“Kami pastikan keselamatan dan kebutuhan warga menjadi prioritas. Evakuasi, distribusi logistik, hingga proses pemulihan pascabencana harus berjalan secara terpadu dan cepat,” tegasnya.
Posko informasi dan layanan darurat dibuka di setiap kecamatan terdampak dan mengimbau masyarakat untuk segera melapor apabila menemukan kondisi membahayakan di sekitar lingkungan mereka.
(ags/dho)