Berita
4 Guru Besar Tetap IPB University Sampaikan Pra Orasi Ilmiah
KlikBogor – Empat Guru Besar Tetap Institut Pertanian Bogor (IPB) University menyampaikan pra orasi ilmiah secara virtual pada Kamis, 12 Juni 2025.
Keempatnya adalah Profesor Ronny Irawan Wahju, Profesor Eko Hari Purnomo, Profesor Waras Nurcholis, dan Profesor Sahara. Mereka dijadwalkan akan menyampaikan orasi ilmiah pada Sabtu, 14 Juni 2025 di Kampus IPB University.
Dalam pra orasi ilmiah berjudul “Pengembangan Perikanan Tangkap Bertanggungjawab dan Berkelanjutan di Indonesia”, Profesor Ronny Irawan Wahju menyoroti urgensi perombakan paradigma pengelolaan perikanan tangkap di Indonesia yang selama ini masih didominasi pendekatan eksploitatif.
Sehingga, kata Guru Besar Tetap Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB University ini, inovasi teknologi penangkapan menjadi sangat penting, termasuk alat tangkap selektif dan perangkat pengurangan hasil tangkapan sampingan (Bycatch Reduction Device/BRD) pada perikanan skala industri jaring hela udang berkantong.
Profesor Eko Hari Purnomo dalam pra orasi ilmiah berjudul “Pengawetan Pangan secara Fisik sebagai Pendukung Ketahanan Pangan Nasional” menjelaskan bahwa pengawetan pangan merupakan bagian penting yang tidak terpisahkan dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional yang berkelanjutan.
Di Indonesia, sebagai negara agraris dengan kekayaan hayati yang melimpah, kerusakan pascapanen dan kehilangan pangan (food loss) masih menjadi persoalan mendasar dan tantangan utama.
“Teknologi pengawetan pangan secara fisik baik melalui pendekatan termal maupun non-termal memiliki peran strategis dalam menjaga kestabilan, keterjangkauan, dan keberlanjutan sistem pangan nasional,” kata Guru Besar Tetap Fakultas Teknologi Pertanian IPB University itu.
Dalam pra orasi ilmiah berjudul “Peran Biokimia Pertanian dalam Peningkatan Kualitas dan Khasiat Tanaman Obat”, Profesor Waras Nurcholis menekankan bahwa pendekatan ilmiah yang terstandar dan berkelanjutan melalui Biokimia Pertanian menjadi kunci dalam mendukung pengembangan tanaman obat yang berkualitas dan berkhasiat farmakologi.
“Biokimia Pertanian merupakan cabang ilmu yang berperan dalam mengkaji proses kimia dalam organisme tanaman, terutama yang berkaitan dengan pembentukan metabolit sekunder yang berkhasiat obat. Melalui pendekatan ini, dapat diperoleh pemahaman lebih mendalam terhadap biosintesis senyawa aktif, interaksi antar komponen bioaktif, serta bagaimana pengaruh lingkungan terhadap ekspresi genetik yang menghasilkan senyawa tersebut,” ujar Guru Besar Tetap Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam IPB University itu.
Sementara Profesor Sahara menyampaikan pra orasi ilmiah berjudul ”Transformasi Kebijakan pada Sistem Pangan Indonesia dalam Menghadapi Disrupsi Rantai Nilai Global”.
Guru Besar Tetap Fakultas Ekonomi dan Manajemen IPB University ini mengatakan bahwa Indonesia menghadapi tantangan besar dalam menjaga ketahanan dan kedaulatan pangan di tengah dinamika global yang kian kompleks.
Perubahan struktur ekonomi, disrupsi rantai pasok, hingga kebijakan proteksionisme telah memengaruhi sistem pangan nasional.
“Dalam konteks ini, transformasi sistem pangan menjadi strategi kunci dalam memperkuat daya saing dan kemandirian ekonomi bangsa,” jelas Profesor Sahara.
(ckl/hrs)