Berita

2 Bulan Menjabat, Lurah Ade Gercep Petakan Potensi di Ciwaringin

Published

on

Lurah Ciwaringin, Ade Suryana. Foto/Istimewa.

KlikBogor – Kelurahan Ciwaringin, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor menyimpan potensi besar mulai dari sektor UMKM hingga pemanfaatan bantaran sungai. Hal ini dikatakan Lurah Ciwaringin, Ade Suryana.

Ade Suryana yang baru menjabat sejak 11 Februari mengatakan, Kelurahan Ciwaringin memiliki luas wilayah 79,8 hektare dengan jumlah penduduk mencapai 6.461 jiwa yang tersebar di 12 RW dan 44 RT.

“Ini merupakan amanah yang saya terima dari pimpinan. Sebagai orang baru, saya perlu memetakan kembali wilayah kita yang berbatasan langsung dengan Cibogor dan area Jembatan Merah,” ujarnya kepada awak media, Senin, 27 April 2026.

​Dalam hal potensi wilayah, ia mengungkapkan kebanggaannya terhadap produk unggulan UMKM Ciwaringin. Produk lokal seperti keripik singkong dan keripik bawang berhasil meraih juara pertama dalam ajang yang diselenggarakan di Mal Pelayanan Publik (MPP).

Baca juga: 9 RW di Kebon Kalapa Rawan Bencana, Lurah Siagakan Petugas Khusus

Selain prestasi UMKM, Ade memaparkan realisasi program kerja yang sudah berjalan, seperti pengaspalan jalan setapak sepanjang 94 meter di RW 10 serta penyaluran bantuan pangan dari Kementerian Sosial kepada 597 keluarga penerima manfaat.

“Alhamdulillah, pengaspalan di RW 10 sudah terlaksana saat masa puasa kemarin. Untuk bantuan sosial juga berjalan lancar,” tuturnya.

​Lurah Ade juga melihat adanya peluang besar pada lahan-lahan tidak produktif di bantaran Sungai Cipakancilan.

Ia berencana mendorong setiap RW untuk mengoptimalkan lahan tersebut menjadi area perikanan, peternakan, atau pertanian (KWT), dengan catatan mendapatkan izin dari pihak Sumber Daya Air (SDA).

Namun, ia tidak menampik adanya tantangan besar terkait bencana alam. Ade mencatat adanya kejadian tanah longsor di area dekat Hotel Bahagia serta pohon tumbang.

Baca juga: JPO di MA Salmun dan Underpass Kebon Pedes Diajukan

Untuk mengantisipasi hal tersebut, pihaknya telah membentuk Kelurahan Tangguh Bencana (Katana) Ciwaringin.

“Terkait pembangunan tembok penahan tanah (TPT) di sungai, kendalanya adalah kewenangan yang berada di provinsi atau BBWS Ciliwung Cisadane. Kami terus berkoordinasi karena banyak bangunan warga yang berada di bantaran sungai yang tidak sesuai peruntukan,” jelasnya.

Ade menyampaikan bahwa pihaknya telah mendata sekitar 94 lapak PKL di sepanjang Jalan MA. Salmun hingga Jalan Merdeka.

Ia menjelaskan bahwa pihak kelurahan telah melayangkan surat imbauan kepada para pedagang yang berjualan tidak pada tempatnya.

Langkah tersebut diambil untuk memastikan keteraturan jalan dan estetika wilayah tanpa mematikan ekonomi warga.

“Kami melakukan pendataan dan penataan, bukan penggusuran semena-mena. Kami sudah bareng-bareng memberikan surat imbauan agar mereka berdagang sesuai aturan. Harapannya, ke depan kita bisa berkolaborasi dengan Satpol PP untuk penataan yang lebih permanen,” pungkas Ade.

(ckl/hrs)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Populer

Exit mobile version